Categories

Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

KEPRIBADIAN SEHAT

Pribadi yang dewasa merupakan label positif bagi orang yang dianggap telah mencapainya. Sayang, banyak orang tak pernah berpikir menjadi dewasa. Padahal, kepribadian dewasa merupakan ukuran perkembangan kepribadian yang sehat. 

Kepribadian yang dewasa diartikan secara berbeda-beda oleh banyak orang. Hal ini tercermin dari beberapa pendapat berikut ini. Menjawab pertanyaan dosen dalam kuliah tentang kepribadian di sebuah fakultas psikologi, ada mahasiswa yang mengartikan dewasa kepribadian sebagai sabar, tidak berlebihan dalam mengekspresikan emosi, dan pandai mengelola hubungan dengan orang lain.

Ada juga yang mengartikan kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah kehidupan dengan bijaksana. Beberapa mahasiswa menunjuk pada kemampuan memenuhi tugas-tugas perkembangan masa dewasa dengan baik, seperti memiliki pekerjaan dan filsafat hidup yang mantap, kondisi batin yang stabil, dan sebagainya.

Tulisan ini menyajikan kriteria yang lebih utuh mengenai kepribadian yang dewasa dari seorang sesepuh yang ikut merintis Psikologi, yakni Gordon W. Allport (1897-1967). Hingga saat ini teori-teorinya (tentang kepribadian yang sehat) tetap relevan.

Berikut adalah tujuh kriteria dari Allport tentang sifat-sifat khusus kepribadian yang sehat.

1. Perluasan Perasaan Diri

Menilai Pribadi Orang



Dalam perkenalan pertama dengan orang asing yang baru kita kenal... yang harus diperhatikan adalah gerak tubuh, karena hal ini diatur oleh alam bawah sadar yang cenderung berpengaruh besar pada penciptaan karakter seseorang.

sedangkan, raut muka, dapat diciptakan, dan berubah kapan saja, sesuai dengan keadaan seseorang, karena hal ini adalah reaksi akibat aksi yang diterima oleh fungsi saraf yang sadar.
contoh; pada saat si A tersenyum kepada si B dan keadaan si B sedang jengkel, si B tidak mungkin tersenyum.lalu, si C melihat kejadian tersebut.
pertanyaan: apakah kita dapat katakan bahwa si B itu bukan orang yang ramah ?? sedangkan kita gak tahu, mungkin si B baru saja di pecat dari pekerjaannya...

pertama, kalau kenalan dengan orang,(posisi berdiri) lihat bagaimana berdirinya... dia terlebih dahulu atau

Mengenal Beberapa Tokoh Psikologi


Mempelajari ilmu psikologi tentu belum terasa lengkap tanpa mengenal para tokoh yang menjadi pendiri atau yang mempelopori berbagai teori psikologi yang digunakan saat ini. Selain itu demi memenuhi banyak permintaan dari para pembaca, maka kami mencoba untuk menguraikan riwayat singkat para tokoh psikologi dan hasil karya mereka.

Wilhelm Wundt dilahirkan di Neckarau pada tanggal 18 Agustus 1832 dan wafat di Leipzig pada tanggal 31 Agustus 1920. Wilhelm Wundt seringkali dianggap sebagai bapak psikologi modern berkat jasanya mendirikan laboratorium psikologi pertama kali di Leipzig. Ia mula-mula dikenal sebagai seorang sosiolog, dokter, filsuf dan ahli hukum. Gelar kesarjanaan yang dimilikinya adalah dari bidang hukum dan kedokteran.  Ia dikenal sebagai seorang ilmuwan yang banyak melakukan penelitian, termasuk penelitian tentang proses sensory  (suatu proses yang dikelola oleh panca indera). 

SEJARAH PRA PSIKOLOGI




PSIKOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI FILSAFAT

Pendekatan dan orientasi filsafat masa Yunani yang terarah pada eksplorasi alam, empirical observations, ditandai dengan kemajuan di bidang astronomi dan matematika, meletakkan dasar ciri natural science pada psikologi, yaitu objective, experimentation and observation, the real activity of living organism. Pertanyaan utama yang selalu berulang :
Why do we behave as we do?
Why are we able to generate reasonable explanation of some actions but not of others?
Why do we have moods?
Why do we seem to know what we know?


Efforts to find ‘the cause’.
Comte: causal explanation adalah indikator untuk perkembangan tahap intelektual bagi peradaban manusiaMasa Pra Yunani Kuno : tahap intelektual masih primitif
yaitu theological/animism : atribusi ‘the cause’ pada dewa-dewa atau spiritual power. Contoh : Mesir
Manusia adalah pihak yang lemah. Perilaku ditentukan oleh kekuatan para spirit, maka tugas utama manusia adalah menjaga hubungan baik dengan mereka dengan cara menjunjung tinggi otoritas para spirit.
Kejayaan masa Yunani ditandai oleh pemikiran dari tiga filsuf besar: Socrates, Plato, Aristoteles; walau masih dipengaruhi pemikiran-pemikiran masa sebelumnya (masa Yunani Kuno)
Masa Yunani Kuno (Cosmological Period)
Adalah masa transisi dari pola pikir animisime ke awal dari natural science.
Penentu aktivitas manusia adalah alam atau lingkungan. Pada masa ini perilaku manusia berusaha diterangkan melalui prinsip-prinsip alam atau prinsip yang dianalogikan dengan gejala alam.
Ada 5 orientasi : naturalistic, biological, mathematical, eclectic, dan humanistic.
1.     Naturalistic : 
adanya elemen dasar bagi penentu kehidupan. Contoh : Thales (air), Anaximenes (udara).
Ide ttg permanence vs change dari zat yang dianalogikan kepada aktivitias manusia, menimbulkan ide ttg jiwa
Pola pikir deduktif : generalisasi gejala alam pada perilaku manusia
2.     Biologic : 
Mengangkat posisi manusia di atas gejala alam yang lain, memisahkan proses-proses pada manusia dari proses-proses yang ada pada mahluk lain di alam.
Proses-proses fisiologis primer untuk menjelaskan perilaku manusia
Tokoh : Hippocrates, Alcmeon, Empedocles.
3.     Mathematical :
Pendekatan yang melangkah lebih jauh dari dasar dunia fisik, mengarahkan pada hal-hal yang logis tapi abstrak, merupakan bekal bagi kekuatan reason.
4.     Eclectic :
Menentang ide adanya suatu prinsip dasar dan ‘kebenaran umum’. Idenya sangat mendasar berbeda dari orientasi lainnya.
Menekankan pada informasi sensoris, sangat operasional dan praktis
Sikap ilmuwan harus skeptik
Tokoh : The sophists- universal lecturers
5.     Humanistic :
Fokus : rationality & intentionality. Ratio adalah penentu kehidupan manusia beserta segala konsekuensinya. Tokoh utama : Socrates.
Tokoh penerus Socrates : Plato & Aristoteles
Ketiga tokoh tersebut : search for framework of human knowledge. Peletak dasar bagi kerangka pikir tipikal barat : rational, logic, objective.
Disebarluaskan oleh Alexander Agung (murid Aristoteles) melalui ekspansi militer.


Psikologi modern

Psikologi modern
Individu-individu yang mengalami gejala ini menjalani hidup seakan-akan tidak ada
hari esok.. Karenanya tidak ada perencanaan-perencanaan untuk masa depan.
2. Sikap Fatal terhadap hidup.
Individu yang terlanda gejala ini melihat rencana masa depan sebagai kesia-siaan.
Mereka bertingkah laku seolah-olah bukan dari dirinya sendiri dan bukan untuk
dirinya sendiri. Mereka cenderung mendevaluasi dirinya sendiri dan kehidupannnya.
3. Konformisme dan Kolektivisme.
Terlihat pada individu yang meleburkan diri ke dalam massa, kehilangan
kepribadiannya dan bertingkah laku seakan-akan mereka adalah fungsi atau alat
belaka dari massa, atau dinegara-negara totaliter, dari negara.
4. Fanatisme.
Individu yang terlanda fanatisme mngingkari kepribadian orang lain. Mereka hanya
mau mendengar opini-opini mereka sendiri yang pada hakikatnya bukan opini-opini
pribadi mereka, melainkan opini-opini penguasa, opini-opini partai, atau opini-opini
publik.
Rollo May, tokoh psikologi eksistensial lainnya menyoroti permasalahan
manusia-manusia modern pula. Ia menyatakan ada tiga masalah utama manusia
modern, yaitu kekosongan, kesepian, dan kecemasan.
Individu-individu yang mengalami gejala ini menjalani hidup seakan-akan tidak ada
hari esok.. Karenanya tidak ada perencanaan-perencanaan untuk masa depan.
2. Sikap Fatal terhadap hidup.
Individu yang terlanda gejala ini melihat rencana masa depan sebagai kesia-siaan.
Mereka bertingkah laku seolah-olah bukan dari dirinya sendiri dan bukan untuk
dirinya sendiri. Mereka cenderung mendevaluasi dirinya sendiri dan kehidupannnya.
3. Konformisme dan Kolektivisme.
Terlihat pada individu yang meleburkan diri ke dalam massa, kehilangan
kepribadiannya dan bertingkah laku seakan-akan mereka adalah fungsi atau alat
belaka dari massa, atau dinegara-negara totaliter, dari negara.
4. Fanatisme.
Individu yang terlanda fanatisme mngingkari kepribadian orang lain. Mereka hanya
mau mendengar opini-opini mereka sendiri yang pada hakikatnya bukan opini-opini
pribadi mereka, melainkan opini-opini penguasa, opini-opini partai, atau opini-opini
publik.
Rollo May, tokoh psikologi eksistensial lainnya menyoroti permasalahan
manusia-manusia modern pula. Ia menyatakan ada tiga masalah utama manusia
modern, yaitu kekosongan, kesepian, dan kecemasan.

Kekosongan adalah kondisi individu yang tidak lagi mengetahui apa yang
diinginkannnya, dan tidak lagi memeiliki kekuasaan terhadap apa yang terjadi dan
dialaminya. Kekosongan telah mengarahkan individu-individu menjadi outer
directed yakni mengarahkan diri pada orang lain dalam rangka mencari pegangan
dan petunjuk untuk menentukan hidup. Ciri pertama kekosongan adalah bisa
merespon tapi tidak bisa memilih sendiri respon apa yang paling baik bagi
masalah-masalahnya. Ciri kedua adalah pasivitas terhadap ligkungan sosial. Ciri
ketiga adalah apati terhadap dunia sekitar, atau tidak perduli.
2. Kesepian
Kesepian dialami individu-individu dalam masyarakat sebagai akibat langsung dari
kekosongan, keterasingan dari diri sendiri dan sesama. Individu dalam masyarakat
modern mengalami ketakutan akan kesepian. Mereka memiliki hasrat yang kuat
untuk diterima orang lain, dan memiliki ketakutan yang dalam akan ditolak.
Kegiatan menciptakan kebersamaan dengan orang-orang dilandasi oleh ketakutan
diisolasi oleh orang lain bukan untuk menciptakan hubungan yang akrab dan
hangat.
3. Kecemasan
Ketidakmenentuan yang semakin besar dari hari ke hari, tidak bisa tidak telah
meningkatkan kecemasan individu dalam masyarakat modern. Kecemasan timbul
karena perubahan traumatik yang dialami sebelumnya, yakni hilangnya nilai-nilai
persaingan individu yang ditujukan kepada kesejahteraan bersama yang digantikan
oleh persaingan antar individu yang eksploitatif, hilangnya penghargaan atas
keutuhan pribadi yang digantikan oleh pembagian pribadi menjadi rasionalitas dan
emosionalitas (berpikir dianggap baik, mengalami emosi dianggap buruk),
hilangnya rasa berharga, rasa bermartabat, dan rasa diri dari individu-individu.
Individu yang cemas bingung siapa dirinya dan apa yang harus diperbuatnya.
Salah seorang tokoh psikologi yang paling terkenal dalam menyoroti
persoalan-persoalan masyarakat adalah Erich Fromm. Gagasannya mencakup
masalah yang luas di masyarakat. Ia melihat bahwa masyarakat modern sekarang
ini telah semakin terisolasi dan mengalami kesepian karena dipisahkan oleh alam
dan dari orang-orang lain. Dalam sejarah manusia, dari waktu ke waktu manusia

1. Kekosongan.
semakin bebas dalam menentukan apapun mengenai hidupnya, akan tetapi mereka
juga semakin merasa kesepian. Tercerabutnya manusia modern dari
hubungan-hubungan akrab dan hangat atas dasar kemanusiaan belaka, telah
menjadikan manusia menjadi mesin-mesin hidup. Tapi itu konsekuensi yang harus
dibayar dari pola kehidupan sekarang, yang terlalu ‘teratur’ dan tanpa warna.
Jangan heran jika suatu saat (kini sudah) terjadi anti-modern, suatu gerakan yang
bukan tanpa dasar tentunya, jika menilik tulisan diatas.

ALIRAN FUNGSIONALISME



Aliran fungsionalisme merupakan aliran psikologi yang pernah sangat dominan pada
masanya, dan merupakan hal penting yang patut dibahas dalam mempelajari psikologi.
Pendekatan fungsionalisme berlawanan dengan pendahulunya, yaitu strukturalisme. Aliran
fungsionalisme juga keluar dari pragmatism sebagai sebuah filsafat.
Aliran fungsionalisme berbeda dengan psikoanalisa, maupun psikologi analytis, yang
berpusat kepada seorang tokoh. Fungsionalisme memiliki macam-macam tokoh antara lain
Willian James, John Dewey, J.R.Anggell dan James Mc.Keen Cattell .

A. Definisi Fungsionalisme
Fungsionalisme adalah orientasi dalam psikologi yang menekankan pada proses mental
dan menghargai manfaat psikologi serta mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam
menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya. Maksudnya, Fungsionalisme
memandang bahwa masyarakat adalah sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling
berhubungan satu sama lain dan tak bisa dipahami secara terpisah.
Fungsionalisme adalah sebuah studi tentang operasi mental, mempelajari fungsi-fungsi
kesadaran dalam menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya.
Fungsionalisme menekankan pada totalitas dalam hubungan pikiran and perilaku. Dengan
demikian, hubungan antar manusia dengan lingkungannya merupakan bentuk manifestasi dari
pikiran dan perilaku.
Fungsionalisme memandang bahwa pikiran, proses mental, persepsi indrawi, dan
emosi adalah adaptasi organisme biologis. Fungsionalisme lebih menekankan pada fungsifungsi
dan bukan hanya fakta-fakta dari fenomena mental, atau berusaha menafsirkan
fenomena mental dalam kaitan dengan peranan yang dimainkannya dalam kehidupan.
Fungsionalisme juga memandang bahwa psikologi tak cukup hanya mempersoalkan
apa dan mengapa terjadi sesuatu (strukturalisme) tetapi juga mengapa dan untuk apa (fungsi)
suatu tingkah laku tersebut terjadi. Fungsionalisme lebih menekankan pada aksi dari gejala
psikis dan jiwa seseorang yang diperlukan untuk melangsungkan kehidupan dan berfungsi
untuk penyesuaian diri psikis dan sosial.

B. Ciri – ciri Fungsionalisme
Aliran fungsionalisme memiliki beberapa ciri khas, yaitu :
o Menekankan pada fungsi mental dibandingkan dengan elemen-elemen metal.
o Fungsi-fungsi psikologis adalah adaptasi terhadap lingkungan sebagaimana
adaptasi biologis Darwin. Kemampuan individu untuk berubah sesuai tuntutan
dalam hubungannya dengan lingkungan adalah sesuatu yang terpenting.
o Sangat memandang penting aspek terapan atau fungsi dari psikologi itu sendiri
bagi berbagai bidang dan kelompok manusia.
o Aktivitas mental tidak dapat dipisahkan dari aktivitas fisik, maka stimulus dan
respons adalah suatu kesatuan.
o Psikologi sangat berkaitan dengan biologi dan merupakan cabang yang
berkembang dari biologi. Maka pemahaman tentang anatomi dan fungsi
fisiologis akan sangat membantu pemahaman tentang fungsi mental.
o Menerima berbagai metode dalam mempelajari aktivitas mental manusia,
meskipun sebagian besar riset dilakukan di Univ. Chicago ( pusat
perkembangn fungsionalisme) menggunakn metode eksperimen, pada
dasarnya aliran fungsionalisme tidk berpegang pada satu metode inti. Metode
yang digunnakan sangat tergantung dari permasalahan yang dihadapi.

C. Metode – metode dalam Fungsionalisme
Aliran ini mempelajari fungsi dan tingkah laku atau proses mental, bukan hanya
mempelajari struktural.
Metode yang dipakai oleh aliran fungsionalisme dikenal sebagai metode observasi
tingkah laku dan instropeksi .
1. Metode observasi tingkah laku terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:
a. Metode Fisiologis
Menguraikan tingkah laku dari sudut pandang anatomi dan ilmu faal. Jadi,
mempelajari perilaku yang dikaitkan dengan organ-organ tubuh dan sistem
sarafnya.
b. Metode Variasi Kondisi
Tidak semua tingkah laku manusia dapat dijelaskan dengan anatomi dan
fisiologi, karena manusia mempunyai sudut psikologis. Metode variasi kondisi
inilah yang merupakan metode eksperimen dari aliran fungsionalisme.
3 Aliran Fungsionalisme – http://psikologi.or.id
2. Metode Instrospeksi
Stimulus berasal dari lingkungan secara alamiah, bisa pada banyak bagian
sekaligus sehingga jiwa menunjukkan fungsinya. Metode ini terlalu bersifat
subjektif sehingga sulit di sistematikan dan sulit dikuantitatifkan.

D. Aliran dalam Fungsionalisme
Fungsionalisme mempunyai 2 (dua) aliran, namun pendiri fungsionalisme itu sendiri
adalah :
William James (1842-1910)
James termasuk pendukung aliran evolusionalisme dan bersamaan John Dewey
mendirikan aliran fungsionalisme. James tergolong orang yang berpikiran bebas. Yaitu
bebas mengeluarkan dan mengembangkan ide atau kritik yang orisinil. Salah satu ciri
jalan pikirannya adalah berusaha sedekat mungkin dengan kenyataan.
Teori emosi
• Menjelaskan tentang hubungan antara perubahan fisiologis dengan emosi
•Emosi identik dengan perubahan-perubahan peredaran darah
• Emosi adalah hasil dari persepsi seseorang tentang perubahan-perubahan yang
terjadi pada tubuh terhadap rangsang dari luar
• Membantah pernyataan bahwa emosilah yang menyebabkan perubahan pada
tubuh.
1. Aliran Fungsionalisme Chicago
Terdapat banyak tokoh Fungsionalisme di Universitas Chicago sehingga dapat
dikatakan menjadi aliran tersendiri yang disebut Fungsionalisme Chicago.
a. John Dewey (1859-1952)
• Pada tahun 1886 menulis buku yang berjudul “Psychology” dan dalam
bukunya ini beliau mengenalkan cara orang Amerika belajar ppsikologi yaitu
melalui cara pragmatisme
• Sarjana-sarjana di Amerika kurang tertarik dengan pertanyaan “Apakah jiwa
itu?” tetapi lebih tertarik pada pertanyaan “Apakah kegunaan jiwa?”
• John Dewey juga menganjurkan metode yang Ia sebut dengan Learning by
doing (belajar sambil melakukan)
4 Aliran Fungsionalisme – http://psikologi.or.id
• Dewey berpendapat bahwa segala pemikiran dan perbuatan harus selalu
mempunyai tujuan, oleh karena alasan itulah ia menentang teori
elementarisme.
b. James Rowland Angell
James memiliki tiga pandangan terhadap fungsionalisme, yaitu:
• Fungsionalisme adalah psikologi tentang “mental operation” (aktivitas
bekerjanya jiwa) sebagai lawan dari psikologi tentang elemen-elemen mental,
• Fungsionalisme adalah psikologi tentang kegunaan dasar-dasar kesadaran. Ini
juga disebut sebagai teori emergensi dari kesadaran,
• Fungsionalisme adalah psiko-phisik, yaiitu psikologi tentang keseluruhan
organisme yang terdiri dari badan dan jiwa.
2. Aliran Fungsionalisme Columbia
Selain di Chhicago, Fungsionalisme juga mempunyai banyak tokoh di
Teachers College Columbia yang disebut aliran Columbia. Ciri aliran ini adalah
kebebasannya meneliti tingkah laku yang dianggap sebagai kesatuan yang tak
dapat dipisahkan dan psikologi tak perlu ersifat deskriptif karena yang penting
adalah korelasi tingkah laku dengan tingkah laku lain.
a. James MC Keen Cattel (1866-1944)
Keen Cattel mengusung teori mengenai kebebasan dalam mempelajari tingkah
laku. Ia mempunyai dua pandangan mengenai aliran fungsionalisme, yaitu:
• Fungsionalisme tidak perlu menganut paham dualisme karena manusia
dianggap sebagai keseluruhan yang merupakan suatu kesatuan,
• Fungsionalisme tidak perlu deskriptif dalam mempelajari tingkah laku, karena
yang penting adalah fungsi tingkah laku. Sehingga yang harus dipelajari
adalah hubungan (korelasi) antara satu tingkah laku dengan tingkah laku
lainnya.
• Dapat dikatakan bahwa semua cabang-cabang psikologi modern merupakan
perkembangan dari fungsionalisme. Dalam percobaanya Cattel menemukan
“kapasitas individual” kemudian ia menciptakan alat-alat untuk mengukur
5 Aliran Fungsionalisme – http://psikologi.or.id
kapasitas, kemampuan individual yang sekaran kita kenal sebagai psikotes /
mental test.
b.Edward Lee Thorndike (1874-1949)
Edward Lee pernah bekerja di “Teachers College of Columbia” dibawah
kepemimpinan James Mc. Keen Cattel. Thorndike lebih menekankan
penelitiannya pada cara dan dasar belajar. Dasar pembelajaran yaitu asosiasi dan
cara coba-salah (trial and error). Ia merumuskan beberapa prinsip:
• The Law of Effect yaitu hukum yang menyatakan intensitas hubungan
antara stimulus-respons akan meningkat jika mengalami keadaan yang
menyenangkan, sebaliknya akan melemah jika keadaan tak
menyenangkan.jika terjadi suatu keadaan akan terjadi asosiasi dengan
keadaan yang sebelumnya yaitu hubungan stimulus-respon atau responsrespons.
• The Law of Exercise atau The Law of use and disuse adalah hukum bahwa
stimulus-respons dapat timbul atau didorong dengan latihan berulangulang.
Jika tak dilatih hubungan tersebut akan melemah dan kemudian
menghilang.
F.Sumbangsih bagi Dunia Psikologi
• Mengembangkan ruang lingkup psikologi dari segi kelompok subyek
(anak, binatang) maupun bidang kajian (psikologi abnormal, psychological
testing, psikologi terapan). Hal ini dimungkinkan karena aliran
fungsionalisme lebih terbuka kepada perbedaan individual dan bidang
aplikasi daripada strukturalisme. Salah satu pelopor psychological testing
adalah James McKeen Cattell, mantan murid Wundt. Selanjutnya bidang
psychological testing ini menjadi salah satu bidang kajian penting dan
paling populer dalam psikologi.
• Memperkenalkan pentingnya perilaku nyata sebagai representasi dari
aktivitas mental. Pandangan ini mempersiapkan jalan bagi berkembangnya
aliran baru, behaviorisme yang berpegang pada perilaku nyata sebagai
satu-satunya obyek psikologi
6 Aliran Fungsionalisme – http://psikologi.or.id
• Memperkenalkan konsep penyesuaian diri sebagai obyek psikologi.
Konsep adaptasi dan adjustmen ini menjadi konsep yang sangat penting
dan sentral bagi beberapa bidang studi psikologi selanjutnya, seperti
kesehatan mental dan psikologi abnormal.
Kritik terhadap Fungsionalisme
• Kritik utama dari aliran strukturalisme adalah lebih pentingnya isi/elemen mental
daripada prosesnya. Pada masa dimana terjadi persaingan ketat antara fungsionalisme
dan strukturalisme, kritik ini cukup mendapat perhatian penting.
• Kurang adanya fokus yang jelas dan terarah dalam aliran fungsionalisme. Para tokoh
tidak pernah terlalu jelas dan elaboratif dalam mengungkapkan konsep-konsepnya
dalam karya mereka. Akibatnya aliran ini dianggap tidak terlalu utuh dan terintegrasi
dan berdampak pada posisinya yang kurang kuat sebagai sebuah sistem.
• Bersifat teleological, sesuatu ditentukan oleh tujuannya. Hal ini menggambarkan
orientasi pragmatisme yang seringkali dikritik sebagai lebih berorientasi pada hasil
dan tidak memperhatikan proses.
• Terlalu eklektik, mencampurkan berbagai ide dan konsep dari beragam sumber
sehingga terkesan kompromistis dan kehilangan bentuk asli. Pada dasarnya,
fungsionalisme memang tidak ingin muncul sebagai sebuah aliran yang strict dan
lebih memilih untuk dapat lebih fleksibel dalam mencapai tujuan-tujuannya.
7 Aliran Fungsionalisme – http://psikologi.or.id
Kesimpulan
Fungsionalisme adalah aliran psikologi yang memandang bahwa manusia harus
dipandang secara menyeluruh. Apa yang dilakukan manusia sebagai aksi adalah hal yang
kompleks yang merupakan manifestasi dari jiwa dan mempunyai maksud tertentu bukan
hanya disebabkan oleh sesuatu hal. Fungsionalisme memandang bahwa pikiran, proses
mental, persepsi indrawi, dan emosi adalah adaptasi organisme biologis.
Beberapa ciri fungsionalisme diantaranya adalah menekankan fungsi dibanding
elemen mental, memandang penting kemampuan individu untuk berubah sesuai tuntutan
lingkungannya, serta menerima berbagai metode dalam mempelajari aktivitas mental
manusia.
Terdapat dua metode yang digunakan dalam fungsionalisme, yaitu : Metode observasi
tingkah laku terbagi menjadi Metode Fisiologis dan Metode Variasi Kondisi, serta Metode
Instrospeksi.
Pendiri fungsionalisme adalah William James dan John Dewey. Aliran
Fungsionalisme terdiri atas aliran fungsionalisme Chicago ( John Dewey, James Rowland
Angel ) dan fingsionalisme California ( James Cattel dan Thorndike ).
Aliran fungsionalisme dapat memberi pengaruh positif dalam dunia psikologi, yaitu
mengembangkan ruang lingkup psikologi dari segi kelompok subyek (anak, binatang)
maupun bidang kajian (psikologi abnormal, psychological testing, psikologi terapan),
memperkenalkan pentingnya perilaku nyata sebagai representasi dari aktivitas mental dan
memperkenalkan konsep penyesuaian diri sebagai obyek psikologi.
Fungsionalisme juga menuai kritikan dari banayak pihak, yaitu Ditentang oleh Aliran
strukturalisme, kurang adanya fokus yang jelas dan terarah dalam aliran fungsionalisme;
Bersifat teleological, sesuatu ditentukan oleh tujuannya; terlalu eklektik, mencampurkan
berbagai ide dan konsep dari beragam sumber sehingga terkesan kompromistis dan
kehilangan bentuk.

4 every...

Sbnernya bukan bagaimana cara mencari pasangan atau kekasih yang tepat.
bnyak orang yang melontarkan pertanyaan " APAKAH AKU SUDAH BENAR MEMILIH DIA? "

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan Cinta TDK AKAN PERNAH
begitu saja terjadi! Kita Tdk akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.
Benar memang ungkapan "diperbudak cinta" Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.Dan
yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK Kita harus tahu benar APA YANG HARUS
DILAKUKAN agar HUBUNGAN berjalan dengan baik .
........ kebenarannya adalah .....


                                                                         ( Pahamilah )
KUNCI SUKSES BERHUBUNGAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT,
NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG
            SUDAH KITA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!


..............................................................................................................................

BUKAN BAGAIMANA CARA JITU MENCARI PASANGAN YANG TEPAT,
                                                   T   A   P   I
BAGAIMANA CARANYA KITA MENJAGA DAN MENCINTAI PASANGAN YANG
SUDAH KITA TEMUKAN TERUS MENERUS DENGAN SETIA.
By kode-blogger
kode